Latest Products
Showing posts with label Murai. Show all posts
Showing posts with label Murai. Show all posts

Tips menjinakkan burung murai batu yang giras

Tips menjinakkan burung murai batu yang giras. Burung murai batu yang giras akan berdampak pada intensitas kicauan nya. Burung murai batu akan lebih sering diam ketimbang berkicau. Ini diakibatkan pada saat burung dipindah dari lingkungan lamanya ke lingkungan baru, burung murai batu belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, maka secara otomatis burung akan menjadi liar/ giras.

Berikut tips menjinakkan burung murai batu yang giras:
  • Burung yang giras dikarenakan burung belum akrab dengan suasana tempat tinggalnya yang baru maka dari itu, tempatkan sangkar burung yang sudah dalam kondisi di kerodong menggunakan kain hitam di daerah yang dilalui oleh penghuni rumah. Bisa diteras rumah ataupun di ruang keluarga, dan lakukan tahap ini sampai dengan 4 hari kedepan.
  • Di hari kelima, buka kerodong hingga setengah bagian. Namun sangkar burung masih diletakkan sama seperti di tahap awal. Lakukan cara ini selama 1 bulan, jika burung menunjukkan sifat liarnya lagi, jangan khawatir karena seperti itulah harusnya, karena burung murai baru diperkenalkan lagi dengan lingkungan barunya.
  • Jika sudah 1 bulan, selanjutnya kerodong di buka (full) namun masih diletakkan dalam ruangan. Lakukan tahap ini hingga 3 bulan lamanya, jika ada tanda-tanda ngurak atau burung mulai berkicau, maka terapi ini sudah berhasil di lakukan.

Selama masa terapi burung harus tetap mendapat asupan makanan yang cukup. Namun untuk tahap pertama porsi makan sedikit dikurangi agar burung full istirahat. Untuk selebihnya burung mendapatkan porsi makan yang sama seperti biasanya.

Pemberian EF dapat dilakukan pada tahap kedua, EF yang bagus untuk murai batu adalah jangkrik. Jangkrik diberikan dengan tangan, jika burung mengambil jangkrik yang ada di tangan sambil menunjukkan gerak fisik seperti mengeleparkan sayap dan mulut (terbuka), maka hentikan pemberian EF langsung melalui tangan, cukup letakkan EF pada cepuknya saja.

Proses mandi juga diperlukan agar burung tetap dalam kondisi sehat dan bersih. Waktu terbaik untuk mandi adalah pukul 7.00 - 10.00 wib selama 10 menit menggunakan semprotan (spriyer) dan diangin-anginkan selama 30 menit. Jika hal tersebut di lakukan dengan rutin, dalam waktu beberapa bulan saja burung murai batu sudah kembali jinak dan berkicau lagi.
semoga bermanfaat
Tips menjinakkan burung murai batu yang giras. Burung murai batu yang giras akan berdampak pada intensitas kicauan nya. Burung murai batu akan lebih sering diam ketimbang berkicau. Ini diakibatkan pada saat burung dipindah dari lingkungan lamanya ke lingkungan baru, burung murai batu belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, maka secara otomatis burung akan menjadi liar/ giras.

Berikut tips menjinakkan burung murai batu yang giras:
  • Burung yang giras dikarenakan burung belum akrab dengan suasana tempat tinggalnya yang baru maka dari itu, tempatkan sangkar burung yang sudah dalam kondisi di kerodong menggunakan kain hitam di daerah yang dilalui oleh penghuni rumah. Bisa diteras rumah ataupun di ruang keluarga, dan lakukan tahap ini sampai dengan 4 hari kedepan.
  • Di hari kelima, buka kerodong hingga setengah bagian. Namun sangkar burung masih diletakkan sama seperti di tahap awal. Lakukan cara ini selama 1 bulan, jika burung menunjukkan sifat liarnya lagi, jangan khawatir karena seperti itulah harusnya, karena burung murai baru diperkenalkan lagi dengan lingkungan barunya.
  • Jika sudah 1 bulan, selanjutnya kerodong di buka (full) namun masih diletakkan dalam ruangan. Lakukan tahap ini hingga 3 bulan lamanya, jika ada tanda-tanda ngurak atau burung mulai berkicau, maka terapi ini sudah berhasil di lakukan.

Selama masa terapi burung harus tetap mendapat asupan makanan yang cukup. Namun untuk tahap pertama porsi makan sedikit dikurangi agar burung full istirahat. Untuk selebihnya burung mendapatkan porsi makan yang sama seperti biasanya.

Pemberian EF dapat dilakukan pada tahap kedua, EF yang bagus untuk murai batu adalah jangkrik. Jangkrik diberikan dengan tangan, jika burung mengambil jangkrik yang ada di tangan sambil menunjukkan gerak fisik seperti mengeleparkan sayap dan mulut (terbuka), maka hentikan pemberian EF langsung melalui tangan, cukup letakkan EF pada cepuknya saja.

Proses mandi juga diperlukan agar burung tetap dalam kondisi sehat dan bersih. Waktu terbaik untuk mandi adalah pukul 7.00 - 10.00 wib selama 10 menit menggunakan semprotan (spriyer) dan diangin-anginkan selama 30 menit. Jika hal tersebut di lakukan dengan rutin, dalam waktu beberapa bulan saja burung murai batu sudah kembali jinak dan berkicau lagi.
semoga bermanfaat
Detail

Kenali MB Sumatera Dari Motif Ekornya

Murai Batu Sumatera terdiri dari beberapa jenis tergantung dari asal daerahnya, dan masing-masing daerah tadi memiliki ciri khas tersendiri dari bentuk ekor dan panjang ekornya. Terjadi banyak perdebatan di hampir semua forum maupun grup Murai Batu, untuk maksud tersebut kali ini Kissawa ingin mengutip sebuah gambar yang memberikan ciri-ciri dan perbedaan ekor burung Murai Batu berdasarkan motifnya. 

Kenari dan bedakan sendiri motif Ekor MB anda dengan panduan gambar dibawah ini :



Saya rasa dari gambar ini sudah jelas bagaimana cara membedakan MB Lampung, MB Jambi, MB Medan maupun MB Aceh. Padahal selain itu masih ada lagi yaitu MB Nias. mungkin ada baiknya kita uraikan penjelasan gambar diatas bahwa :
  • MB Aceh memiliki motif ekor model W pada sambungan warna hitam dan putih
  • MB Medan memiliki motif ekor model U antara sambungan warna hitam dan putihnya
  • MB Jambi memiliki motif ekor model V antara sambungan warna hitam dan putihnya, sedangkan 
  • MB Lampung motif ekornya polos putih pada ekor yang berwarna putih, sedangkan yang hitam tetap hitam. karena MB Aceh, Medan, Jambi dan Lampung terdapat kombinasi ekor bawah berwarna putih dan hitam berwarna hitam.
  • MB Nias motif ekornya hitam semua.

Itulah cara kita mengenali burung MB dari pulau Sumatera, semoga ini benar adanya dan bermanfaat bagi rekan rekan pecinta MB di seluruh Nusantara.
Visitor lain juga tertarik membaca artikel :
  1. Perawatan MB Biar Cepat Gacor
  2. Perawatan MB Mabung
  3. Jenis Jenis MB di Indonesia
  4. Ciri Ciri MB Jantan





Murai Batu Sumatera terdiri dari beberapa jenis tergantung dari asal daerahnya, dan masing-masing daerah tadi memiliki ciri khas tersendiri dari bentuk ekor dan panjang ekornya. Terjadi banyak perdebatan di hampir semua forum maupun grup Murai Batu, untuk maksud tersebut kali ini Kissawa ingin mengutip sebuah gambar yang memberikan ciri-ciri dan perbedaan ekor burung Murai Batu berdasarkan motifnya. 

Kenari dan bedakan sendiri motif Ekor MB anda dengan panduan gambar dibawah ini :



Saya rasa dari gambar ini sudah jelas bagaimana cara membedakan MB Lampung, MB Jambi, MB Medan maupun MB Aceh. Padahal selain itu masih ada lagi yaitu MB Nias. mungkin ada baiknya kita uraikan penjelasan gambar diatas bahwa :
  • MB Aceh memiliki motif ekor model W pada sambungan warna hitam dan putih
  • MB Medan memiliki motif ekor model U antara sambungan warna hitam dan putihnya
  • MB Jambi memiliki motif ekor model V antara sambungan warna hitam dan putihnya, sedangkan 
  • MB Lampung motif ekornya polos putih pada ekor yang berwarna putih, sedangkan yang hitam tetap hitam. karena MB Aceh, Medan, Jambi dan Lampung terdapat kombinasi ekor bawah berwarna putih dan hitam berwarna hitam.
  • MB Nias motif ekornya hitam semua.

Itulah cara kita mengenali burung MB dari pulau Sumatera, semoga ini benar adanya dan bermanfaat bagi rekan rekan pecinta MB di seluruh Nusantara.
Visitor lain juga tertarik membaca artikel :
  1. Perawatan MB Biar Cepat Gacor
  2. Perawatan MB Mabung
  3. Jenis Jenis MB di Indonesia
  4. Ciri Ciri MB Jantan





Detail

Cara Merawat Murai Batu Mabung

Mabung adalah siklus alami burung dan berbagai jenis unggas dalam serangkaian proses rontoknya bulu dan tumbuhnya bulu baru yang lebih fresh. Selama mengalami masa mabung yang panjang (1-3 bulan) burung membutuhkan banyak vitamin dan mineral yang selanjutnya saya sebut nutrisi. Jika burung mengalami kekurangan nutrisi seperti lemak dan protein, biasanya bulunya akan tumbuh tidak normal, kusam, pecah-pecah atau kriting.





Cara Merawat Murai Batu Mabung atau ngurak telah banyak disampaikan oleh Murai Mania diberbagai forum maupun media, untuk kembali mempertegas dan terus saling mengingatkan kepada ekor panjang mania dimana pun berada, kali ini saya ingin berbagi tulisan di Km Kissawa agar bisa sewaktu-waktu dibuka oleh rekan rekan pecinta burung murai.


Melalui masa mabung adalah hal yang sulit, burung yang bisa melalui masa mabung dengan sempurna maka sesudahnya akan menjadi burung yang sehat dan rajin berkicau. Untuk itu selama masa mabung burung apa pun akan membutuhkan perhatian yang spesial.

Cara Merawat Murai Batu Mabung :
  • Burung sebaiknya lebih sering dikerodong (siang hari apalagi malam hari), buka kerodong hanya waktu burung dibersihkan sangkarnya.
  • Pemasteran, selama masa mabung adalah waktu yang cukup baik untuk memaster burung, karena saat mabung burung apa pun akan lebih banyak diam di dalam sangkar, sehingga sangat baik merekam apa yang di dengar disekelilingnya.
  • Burung hanya dimandikan seminggu sekali, namun sangkar bisa dibersihkan setiap pagi waktu diberi makan maupun dua hari sekali.
  • Pemberian pakan EF ditingkatkan, bila dihari biasa jangkrik diberi 5 ekor maka waktu mabung ditingkatkan 7-10 ekor setiap pagi dan sore.
  • Kroto diberikan setiap hari, pagi dan sore hari 1 sendok saja.
  • UH (ulat hongkong) bisa diberikan 5 ekor setiap sore saja.
  • Burung jangan dipertemukan dengan burung sejenis selama masa mabung. 
  • Pemasteran dapat ditempel dengan burung masteran maupun diputarkan lagu mp3, namun burung harus dalam kondisi di kerodong.
  • Penjemuran dapat dilakukan di pagi hari, namun tidak lebih dari jam 9 pagi.


Itulah gambaran umum Cara Merawat Burung Murai Batu Mabung, meskipun singkat saya berharap hal ini bermanfaat, meskipun porsi pemberian ini tidak mutlak namun setidaknya bisa dijadikan contoh bagi yang masih awam. Namun demikian tidak tertutup kemungkinan anda bisa melakukan penyetelan porsi EF sendiri. 

Temukan berbagai artikel Cara Merawat Burung hanya di Km Kissawa
Mabung adalah siklus alami burung dan berbagai jenis unggas dalam serangkaian proses rontoknya bulu dan tumbuhnya bulu baru yang lebih fresh. Selama mengalami masa mabung yang panjang (1-3 bulan) burung membutuhkan banyak vitamin dan mineral yang selanjutnya saya sebut nutrisi. Jika burung mengalami kekurangan nutrisi seperti lemak dan protein, biasanya bulunya akan tumbuh tidak normal, kusam, pecah-pecah atau kriting.





Cara Merawat Murai Batu Mabung atau ngurak telah banyak disampaikan oleh Murai Mania diberbagai forum maupun media, untuk kembali mempertegas dan terus saling mengingatkan kepada ekor panjang mania dimana pun berada, kali ini saya ingin berbagi tulisan di Km Kissawa agar bisa sewaktu-waktu dibuka oleh rekan rekan pecinta burung murai.


Melalui masa mabung adalah hal yang sulit, burung yang bisa melalui masa mabung dengan sempurna maka sesudahnya akan menjadi burung yang sehat dan rajin berkicau. Untuk itu selama masa mabung burung apa pun akan membutuhkan perhatian yang spesial.

Cara Merawat Murai Batu Mabung :
  • Burung sebaiknya lebih sering dikerodong (siang hari apalagi malam hari), buka kerodong hanya waktu burung dibersihkan sangkarnya.
  • Pemasteran, selama masa mabung adalah waktu yang cukup baik untuk memaster burung, karena saat mabung burung apa pun akan lebih banyak diam di dalam sangkar, sehingga sangat baik merekam apa yang di dengar disekelilingnya.
  • Burung hanya dimandikan seminggu sekali, namun sangkar bisa dibersihkan setiap pagi waktu diberi makan maupun dua hari sekali.
  • Pemberian pakan EF ditingkatkan, bila dihari biasa jangkrik diberi 5 ekor maka waktu mabung ditingkatkan 7-10 ekor setiap pagi dan sore.
  • Kroto diberikan setiap hari, pagi dan sore hari 1 sendok saja.
  • UH (ulat hongkong) bisa diberikan 5 ekor setiap sore saja.
  • Burung jangan dipertemukan dengan burung sejenis selama masa mabung. 
  • Pemasteran dapat ditempel dengan burung masteran maupun diputarkan lagu mp3, namun burung harus dalam kondisi di kerodong.
  • Penjemuran dapat dilakukan di pagi hari, namun tidak lebih dari jam 9 pagi.


Itulah gambaran umum Cara Merawat Burung Murai Batu Mabung, meskipun singkat saya berharap hal ini bermanfaat, meskipun porsi pemberian ini tidak mutlak namun setidaknya bisa dijadikan contoh bagi yang masih awam. Namun demikian tidak tertutup kemungkinan anda bisa melakukan penyetelan porsi EF sendiri. 

Temukan berbagai artikel Cara Merawat Burung hanya di Km Kissawa
Detail

Ciri Ciri MB Murai Batu Jantan

Ciri-Ciri yang hampir sama di alami hampir semua burung petarung bila burung jantan memiliki bulu-bulu yang lebih cerah atau ngejreng dibandingkan burung betina, demikian pula untuk Ciri-Ciri Murai Jantan yang akan kami sampaikan dibawah ini dimana ciri tersebut menjadi ciri yang menonjol dan mudah dipahami oleh pecinta burung. Bagi yang sudah lama bergelut dengan dunia  hobi burung murai tentu sudah tidak heran lagi dengan perbedaan itu, namun untuk pemula ada baiknya membaca artikel dibawah ini dan melihat fotonya agar lebih jelas.

Ciri Ciri MB-Murai Batu Jantan :
  • Tubuh cenderung lebih besar
  • Kepala besar dan Lebar.
  • Ekor panjang dan lebar.
  • Kaki panjang dengan sisik sedikit kasar.
  • Bulu hitamnya lebih berkilau, (biru indigo)
  • Kicauan Burung jantan lebih bervariasi dan gayanya lebih menarik
Bandingkan dengan Ciri-Ciri MB Betina

Untuk lebih memperjelas Ciri-Ciri Burung Murai Batu Jantan silahkan dilihat pada foto/gambar dibawah ini :






 Sedangkan untuk Ciri-Ciri Murai Batu Jantan yang masih anakan atau trotol agak sulit membedakannya, namun bagi yang sudah terbiasa akan lebih mudah, dimana bisa dilihat dari trotol hitamnya yang lebih hitam tidak kusam, warna orangenya lebih terang dan tidak kusam. 

Itulah yang dapat KM Kissaawa sampaikan tentang ciri-ciri MB Jantan semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang mencintai burung murai batu dan baru akan membelinya di pasar esok hari di hari minggu, karena di pasar burung saat ini sedang banyak bakalan MB Medan dan Lampung.

Prospek berternak Murai Batu masih sangat bagus hingga beberapa tahun ke depan, lihat saja Daftar Harga Murai Terbaru yang kami peroleh informasinya baru baru ini agar anda memiliki semangat untuk berternak bukan hanya merawat.


Ciri-Ciri yang hampir sama di alami hampir semua burung petarung bila burung jantan memiliki bulu-bulu yang lebih cerah atau ngejreng dibandingkan burung betina, demikian pula untuk Ciri-Ciri Murai Jantan yang akan kami sampaikan dibawah ini dimana ciri tersebut menjadi ciri yang menonjol dan mudah dipahami oleh pecinta burung. Bagi yang sudah lama bergelut dengan dunia  hobi burung murai tentu sudah tidak heran lagi dengan perbedaan itu, namun untuk pemula ada baiknya membaca artikel dibawah ini dan melihat fotonya agar lebih jelas.

Ciri Ciri MB-Murai Batu Jantan :
  • Tubuh cenderung lebih besar
  • Kepala besar dan Lebar.
  • Ekor panjang dan lebar.
  • Kaki panjang dengan sisik sedikit kasar.
  • Bulu hitamnya lebih berkilau, (biru indigo)
  • Kicauan Burung jantan lebih bervariasi dan gayanya lebih menarik
Bandingkan dengan Ciri-Ciri MB Betina

Untuk lebih memperjelas Ciri-Ciri Burung Murai Batu Jantan silahkan dilihat pada foto/gambar dibawah ini :






 Sedangkan untuk Ciri-Ciri Murai Batu Jantan yang masih anakan atau trotol agak sulit membedakannya, namun bagi yang sudah terbiasa akan lebih mudah, dimana bisa dilihat dari trotol hitamnya yang lebih hitam tidak kusam, warna orangenya lebih terang dan tidak kusam. 

Itulah yang dapat KM Kissaawa sampaikan tentang ciri-ciri MB Jantan semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang mencintai burung murai batu dan baru akan membelinya di pasar esok hari di hari minggu, karena di pasar burung saat ini sedang banyak bakalan MB Medan dan Lampung.

Prospek berternak Murai Batu masih sangat bagus hingga beberapa tahun ke depan, lihat saja Daftar Harga Murai Terbaru yang kami peroleh informasinya baru baru ini agar anda memiliki semangat untuk berternak bukan hanya merawat.


Detail

Cara Merawat Burung Murai Sampai Gacor

Burung Murai Batu atau biasa disebut Murai saja memiliki Jenis yang sangat beragam, namun yang paling favorite adalah Murai Medan karena memiliki ekor yang panjang dan memiliki variasi yang lebih bagus diantara sekian banyak jenis murai. Bagi sebagian kecil pecinta burung, merawat burung murai itu sangat sulit, namun bagi yang telah lama menggeluti dunia burung Murai tentu saja akan berkata mudah dalam merawat burung murai batu.



Untuk memudahkan anda dalam merawat burung murai batu, tak ada salahnya bila anda tetap di KM Kissawa dan membaca Tips Cara Merawat Burung Murai Batu mulai dari bakalan sampai burung rajin berkicau atau gacor.

Perlu diketahui bila burung murai batu memiliki karakter figter atau petarung, dimana burung yang sehat dan memiliki mental bagus akan langsung berkicau bila bertemu lawan (burung sejenis). dimana kicauan itu menandakan bila daerah itu adalah daerah kekuasaannya atau habitatnya. Sehingga banyak kicau mania percaya bila sering membawa burung dari satu tempat ketempat yang lain burung akan memiliki mental yang bagus dan rajin berkicau dimana pun tempat.

Cara Merawat Burung Murai Bakalan
Burung yang baru beli di pasar atau baru ditangkap di hutan yang paling penting adalah burung mau makan seranggak (UK) yang kita berikan atau UH yang kita berikan, setelah mau makan dan hidup selama sekitar seminggu barulah burung selamat dari melalui masa kritis. 

Agar burung mau makan voer
Untuk diajari makan voer sebaiknya burung yang sudah hidup bersama anda paling tidak 2 minggu, cara mengajari makan voer cukup mudah, yaitu dengan cara mencampurkan kroto dengan voer yang sedikit dibasahi, kemudian kroto dan voer di campur dan diaduk sampai merata. Selama melatih makan voer sebaiknya tidak diberi UK melainkan jangkrik aja 2 ekor di pagi hari dan 2 ekor di siang hari.

Durasi atau toleransi waktu burung hingga mau makan voer tergantung dari burung itu sendiri, semakin tinggi tingkat adaptasinya maka semakin cepat pula burung mau makan voer. 

Pemandian
Burung murai sebaiknya mandi di keramba, karena bila di semprot dan salah dalam penyemprotan air yang masuk dalam lubang hidung akan mengakibatkan pilek, kemudian pilek itu sulit disembuhkan hingga tewas.

Penjemuran
Burung murai termasuk burung yang akan suka panas sehingga penjemuran cukup 2 jam saja, sebelum jam 10 siang burung sudah boleh di teduhkan.

Setelan Pakan agar burung cepat bunyi, ini untuk burung yang sudah makan voer
Pagi hari beri jangkrik 3 ekor dan sore hari 3 ekor, siang hari biar makan voer.
Kroto diberikan 2 hari sekali sebanyak 1 sendok makan, tentunya adalah kroto yang telah disiangi atau asli telur semut bukan rangrangnya. sementara jangkrik tetap diberikan seperti biasa.

Dengan perawatan yang rajin mulai dari pemberian pakan, pemandian dan penjemuran. burung Murai akan lebih  cepat berkicau meskipun dengan nada-nada aslinya. Agar burung lebih istimewa dalam berkicau sebaiknya di masteri atau diajari dengan suara-suara masteran yang sesuai. 

Pemasteran
Pemasteran dapat dilakukan disiang hari ketika burung dikerodong dan di istirahatkan, selain itu pemasteran juga dapat dilakukan di malam hari saat burung istirahat, sepanjang malam sampai burung dikeluarkan dipagi hari, bila memaster dengan MP3 player sebaiknya dengan volume yang kecil tapi jelas terdengar, bila terlalu keras yang ada burung tambah stress dan suara tidak terekam di oteak burung.

Untuk burung yang akan dilombakan, pemasteran ini sangat penting, karena isian lagu yang dinyanyikan burung menjadi penilaian tersendiri bagi dewan juri.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat...
Burung Murai Batu atau biasa disebut Murai saja memiliki Jenis yang sangat beragam, namun yang paling favorite adalah Murai Medan karena memiliki ekor yang panjang dan memiliki variasi yang lebih bagus diantara sekian banyak jenis murai. Bagi sebagian kecil pecinta burung, merawat burung murai itu sangat sulit, namun bagi yang telah lama menggeluti dunia burung Murai tentu saja akan berkata mudah dalam merawat burung murai batu.



Untuk memudahkan anda dalam merawat burung murai batu, tak ada salahnya bila anda tetap di KM Kissawa dan membaca Tips Cara Merawat Burung Murai Batu mulai dari bakalan sampai burung rajin berkicau atau gacor.

Perlu diketahui bila burung murai batu memiliki karakter figter atau petarung, dimana burung yang sehat dan memiliki mental bagus akan langsung berkicau bila bertemu lawan (burung sejenis). dimana kicauan itu menandakan bila daerah itu adalah daerah kekuasaannya atau habitatnya. Sehingga banyak kicau mania percaya bila sering membawa burung dari satu tempat ketempat yang lain burung akan memiliki mental yang bagus dan rajin berkicau dimana pun tempat.

Cara Merawat Burung Murai Bakalan
Burung yang baru beli di pasar atau baru ditangkap di hutan yang paling penting adalah burung mau makan seranggak (UK) yang kita berikan atau UH yang kita berikan, setelah mau makan dan hidup selama sekitar seminggu barulah burung selamat dari melalui masa kritis. 

Agar burung mau makan voer
Untuk diajari makan voer sebaiknya burung yang sudah hidup bersama anda paling tidak 2 minggu, cara mengajari makan voer cukup mudah, yaitu dengan cara mencampurkan kroto dengan voer yang sedikit dibasahi, kemudian kroto dan voer di campur dan diaduk sampai merata. Selama melatih makan voer sebaiknya tidak diberi UK melainkan jangkrik aja 2 ekor di pagi hari dan 2 ekor di siang hari.

Durasi atau toleransi waktu burung hingga mau makan voer tergantung dari burung itu sendiri, semakin tinggi tingkat adaptasinya maka semakin cepat pula burung mau makan voer. 

Pemandian
Burung murai sebaiknya mandi di keramba, karena bila di semprot dan salah dalam penyemprotan air yang masuk dalam lubang hidung akan mengakibatkan pilek, kemudian pilek itu sulit disembuhkan hingga tewas.

Penjemuran
Burung murai termasuk burung yang akan suka panas sehingga penjemuran cukup 2 jam saja, sebelum jam 10 siang burung sudah boleh di teduhkan.

Setelan Pakan agar burung cepat bunyi, ini untuk burung yang sudah makan voer
Pagi hari beri jangkrik 3 ekor dan sore hari 3 ekor, siang hari biar makan voer.
Kroto diberikan 2 hari sekali sebanyak 1 sendok makan, tentunya adalah kroto yang telah disiangi atau asli telur semut bukan rangrangnya. sementara jangkrik tetap diberikan seperti biasa.

Dengan perawatan yang rajin mulai dari pemberian pakan, pemandian dan penjemuran. burung Murai akan lebih  cepat berkicau meskipun dengan nada-nada aslinya. Agar burung lebih istimewa dalam berkicau sebaiknya di masteri atau diajari dengan suara-suara masteran yang sesuai. 

Pemasteran
Pemasteran dapat dilakukan disiang hari ketika burung dikerodong dan di istirahatkan, selain itu pemasteran juga dapat dilakukan di malam hari saat burung istirahat, sepanjang malam sampai burung dikeluarkan dipagi hari, bila memaster dengan MP3 player sebaiknya dengan volume yang kecil tapi jelas terdengar, bila terlalu keras yang ada burung tambah stress dan suara tidak terekam di oteak burung.

Untuk burung yang akan dilombakan, pemasteran ini sangat penting, karena isian lagu yang dinyanyikan burung menjadi penilaian tersendiri bagi dewan juri.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat...
Detail

Ciri Ciri MB Murai Batu Betina

Memelihara burung MB - Murai Batu untuk kicauan sebaiknya burung yang berkelamin jantan, lalu seperti apa ciri-ciri burung Murai Batu Betina, agar tidak terjadi kesalahan saat membeli MB di sangkar ombyokan? Berikut ini KM Kissawa mencoba menuliskan tentang sekilas cara membedakannya berdasarkan masukan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. 

Perlu diketahui juga bila burung MB Betina juga bisa berkicau,  namun dengan intonasi atau kicauan yang monoton, sedangkan MB jantan memiliki kicaunan yang lebih indah dan bervariasi. Namun bila dan memelihara MB untuk di tangkarkan maka artikel ini perlu untuk anda ketahui juga agar anda menemukan MB Betina yang berkualitas.

Ciri Ciri Murai Batu Betina
  • MB Betina cenderung bertubuh lebih kecil.
  • Warna bulu leher dan punggungnya sedikit keabu-abuan.
  • Ekor relatif pendek, walaupun ada sebagian yang agak panjang.
  • Suara kicauan cenderung monoton.
Agar lebih mudah dalam memahami Ciri-ciri MB Betina, inilah beberapa gambar MB Betina yang bisa dijadikan sebagai referensi atau acuan :





Temukan berbagai artikel menarik seputar burung hanya di Kissawa Bird Lover, beberapa burung kecil disini juga sangat baik untuk masteran burung murai batu agar lebih cepat berkicau.


Memelihara burung MB - Murai Batu untuk kicauan sebaiknya burung yang berkelamin jantan, lalu seperti apa ciri-ciri burung Murai Batu Betina, agar tidak terjadi kesalahan saat membeli MB di sangkar ombyokan? Berikut ini KM Kissawa mencoba menuliskan tentang sekilas cara membedakannya berdasarkan masukan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. 

Perlu diketahui juga bila burung MB Betina juga bisa berkicau,  namun dengan intonasi atau kicauan yang monoton, sedangkan MB jantan memiliki kicaunan yang lebih indah dan bervariasi. Namun bila dan memelihara MB untuk di tangkarkan maka artikel ini perlu untuk anda ketahui juga agar anda menemukan MB Betina yang berkualitas.

Ciri Ciri Murai Batu Betina
  • MB Betina cenderung bertubuh lebih kecil.
  • Warna bulu leher dan punggungnya sedikit keabu-abuan.
  • Ekor relatif pendek, walaupun ada sebagian yang agak panjang.
  • Suara kicauan cenderung monoton.
Agar lebih mudah dalam memahami Ciri-ciri MB Betina, inilah beberapa gambar MB Betina yang bisa dijadikan sebagai referensi atau acuan :





Temukan berbagai artikel menarik seputar burung hanya di Kissawa Bird Lover, beberapa burung kecil disini juga sangat baik untuk masteran burung murai batu agar lebih cepat berkicau.


Detail

Cara Mengatasi MB Murai Batu Yang Mencabuti Bulu

MB bertingkah Cabut Bulu? tentu ini pernah anda dengar atau pernah alami sendiri, jika benar ini anda alami pada Murai Batu kesayangan anda maka kita bisa mengatasi dengan beberapa langkah seperti yang akan saya bagikan disini berdasarkan kutipan Km Kissawa dari pakar Murai Batu asal Aceh yaitu Om Herry. Karena bila keterusan dan tidak ditangani secepatnya maka burung akan menjadi brondol dan burung menjadi tidak indah, bulu bagi burung adalah pakaian dan mahkota untuk itu sangat perlu kita jaga keindahannya.


MB Mencabuti Bulu Dada

Faktor atau penyebab MB Cabut bulu adalah karena kurangnya kebersihan kandang dan juga udara yang lembab. Kandang yang kurang bersih adalah media yang sangat baik bagi proses pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur/bakteri yang bisa menyebabkan MB mencabuti bulunya.

Udara lembab  seperti yang pernah di alami om herry, juga merupakan faktor pemicu yang bisa menimbulkan jamur/bakteri bisa dengan mudah berkembang biak di dalam sangkar.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah :
  1. Jagalah kebersihan sangkar, keramba mandi, tempat pakan dan minumnya.
  2. Rajinlah untuk menjemur MB dan juga sangkarnya di pagi hari, sebab sinar ultra violet di pagi hari diyakini bisa membunuh kuman, jamur dan bakteri yang ada pada tubuh MB dan juga yang ada pada sangkar.
  3. Jika jamur telah menyerang MB anda, jangan dimandikan dulu selama beberapa hari (4-6 hari).
  4. Pada masa itu, tangkap MB dan oles/gosokan secara perlahan kunyit yang sudah dikupas kulitnya pada bagian tubuh MB yang bulunya sudah dicabuti.
  5. Lakukan hal ini selama 4-6 hari hingga gejala pencabutan bulu tidak lagi terlihat.
  6. Jika berhasil, maka proses perawatan bisa dilakukan seperti sedia kala.
  7. Hindari penggunaan keramba mandi secara bersama, sebab jamur/bakteri ini bisa menular melalui media air.
  8. Agar kandang bebas hama dan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri atau tungau maka satu bulan sekali saat burung di keramba ada baiknya di semprot dengan cairan anti septic, terutama untuk bagian bawah sangkar tempat banyak sisa makanan dan kotoran nylempit.
  MB Mencabuti Bulu Ekor dan Sayap

  • Jika Murai batu bertingkah mencabuti bulu ekor atau bulu sayap menurut pakar Murai tersebut diatas, disebabkan burung mengalami OB (Overbrahi). sehingga penanganan burung yang bertingkah seperti ini jelas berbeda dengan MB yang mencabuti bulu dada.
  • Beberapa sumber yang dapat dipercaya mengatakan, bila burung MB mengalami OB maka upaya yang perlu kita lakukan adalah menurunkan B'rahinya yaitu dengan cara mengurangi EF (extra fooding) dan diseringkan mandi, bila biasanya mandi sehari sekali maka mandi bisa ditingkatkan menjadi 2 atau 3 kali sehari.
     
Itulah beberapa tips cara mengatasi atau merawat burung MB Murai Batu yang suka mencabuti bulunya sendiri yang dapat KM Kissawa bagikan untuk anda pecinta burung murai batu ekor panjang.
 
MB bertingkah Cabut Bulu? tentu ini pernah anda dengar atau pernah alami sendiri, jika benar ini anda alami pada Murai Batu kesayangan anda maka kita bisa mengatasi dengan beberapa langkah seperti yang akan saya bagikan disini berdasarkan kutipan Km Kissawa dari pakar Murai Batu asal Aceh yaitu Om Herry. Karena bila keterusan dan tidak ditangani secepatnya maka burung akan menjadi brondol dan burung menjadi tidak indah, bulu bagi burung adalah pakaian dan mahkota untuk itu sangat perlu kita jaga keindahannya.


MB Mencabuti Bulu Dada

Faktor atau penyebab MB Cabut bulu adalah karena kurangnya kebersihan kandang dan juga udara yang lembab. Kandang yang kurang bersih adalah media yang sangat baik bagi proses pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur/bakteri yang bisa menyebabkan MB mencabuti bulunya.

Udara lembab  seperti yang pernah di alami om herry, juga merupakan faktor pemicu yang bisa menimbulkan jamur/bakteri bisa dengan mudah berkembang biak di dalam sangkar.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah :
  1. Jagalah kebersihan sangkar, keramba mandi, tempat pakan dan minumnya.
  2. Rajinlah untuk menjemur MB dan juga sangkarnya di pagi hari, sebab sinar ultra violet di pagi hari diyakini bisa membunuh kuman, jamur dan bakteri yang ada pada tubuh MB dan juga yang ada pada sangkar.
  3. Jika jamur telah menyerang MB anda, jangan dimandikan dulu selama beberapa hari (4-6 hari).
  4. Pada masa itu, tangkap MB dan oles/gosokan secara perlahan kunyit yang sudah dikupas kulitnya pada bagian tubuh MB yang bulunya sudah dicabuti.
  5. Lakukan hal ini selama 4-6 hari hingga gejala pencabutan bulu tidak lagi terlihat.
  6. Jika berhasil, maka proses perawatan bisa dilakukan seperti sedia kala.
  7. Hindari penggunaan keramba mandi secara bersama, sebab jamur/bakteri ini bisa menular melalui media air.
  8. Agar kandang bebas hama dan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri atau tungau maka satu bulan sekali saat burung di keramba ada baiknya di semprot dengan cairan anti septic, terutama untuk bagian bawah sangkar tempat banyak sisa makanan dan kotoran nylempit.
  MB Mencabuti Bulu Ekor dan Sayap

  • Jika Murai batu bertingkah mencabuti bulu ekor atau bulu sayap menurut pakar Murai tersebut diatas, disebabkan burung mengalami OB (Overbrahi). sehingga penanganan burung yang bertingkah seperti ini jelas berbeda dengan MB yang mencabuti bulu dada.
  • Beberapa sumber yang dapat dipercaya mengatakan, bila burung MB mengalami OB maka upaya yang perlu kita lakukan adalah menurunkan B'rahinya yaitu dengan cara mengurangi EF (extra fooding) dan diseringkan mandi, bila biasanya mandi sehari sekali maka mandi bisa ditingkatkan menjadi 2 atau 3 kali sehari.
     
Itulah beberapa tips cara mengatasi atau merawat burung MB Murai Batu yang suka mencabuti bulunya sendiri yang dapat KM Kissawa bagikan untuk anda pecinta burung murai batu ekor panjang.
 
Detail

MB Murai Batu lepas Trotol

Murai Batu yang masih trotol bulunya terdapat bintik-bintik kecokelatan, bulu ini akan terus bertahan hingga burung mengalami rontok bulu, mabung atau ngurak. Adapun masa ganti bulu tersebut tergantung dari keadaan burung, tergantung sistem metabolisme dan tergantung perawatannya. Berdasarkan pengalaman Om Herry - pakar Murai Batu asal Aceh, berikut ini adalah catatan beliau tentang MB lepas trotol.


  • Murai batu hasil ternakan (breeding) akan mengalami mabung pertama dan berganti dengan bulu dewasa pada usia 3-4 bulan, namun semua itu tergantung dari perawatan sehari-hari, karena asupan nutrisi sangat mempengaruhi proses pergantian bulu trotol.
  • Sedangkan untuk burung murai batu hasil tangkapan hutan Om Herry menuturkan, akan mengalami rontok bulu pada usia 9-12 bulan, burung tangkapan hutan akan lebih lama karena asupan gizi dari hutan kurang maksimal dibandingkan hasil breeder.
  • Tentang ekor burung murai batu yang masih pendek sewaktu masih trotol akan lebih panjang setelah melalui masa mabung, tentunya ini berlaku untuk burung MB Sumatera, sedangkan MB Nias hanya sedikit perkembangannya.

Hal yang penting perawatan selama burung belum berganti bulu karena masih bakalan adalah burung dibuat mau makan voer agar burung mudah dirawat dikemudian hari, adapun setelan setelah masa mabung dapat diatur dengan memberi jangkrik 3-4 ekor pagi dan 3-4 ekor sore hari, sementara kroto dapat diberikan 2 kali dalam seminggu.
Murai Batu yang masih trotol bulunya terdapat bintik-bintik kecokelatan, bulu ini akan terus bertahan hingga burung mengalami rontok bulu, mabung atau ngurak. Adapun masa ganti bulu tersebut tergantung dari keadaan burung, tergantung sistem metabolisme dan tergantung perawatannya. Berdasarkan pengalaman Om Herry - pakar Murai Batu asal Aceh, berikut ini adalah catatan beliau tentang MB lepas trotol.


  • Murai batu hasil ternakan (breeding) akan mengalami mabung pertama dan berganti dengan bulu dewasa pada usia 3-4 bulan, namun semua itu tergantung dari perawatan sehari-hari, karena asupan nutrisi sangat mempengaruhi proses pergantian bulu trotol.
  • Sedangkan untuk burung murai batu hasil tangkapan hutan Om Herry menuturkan, akan mengalami rontok bulu pada usia 9-12 bulan, burung tangkapan hutan akan lebih lama karena asupan gizi dari hutan kurang maksimal dibandingkan hasil breeder.
  • Tentang ekor burung murai batu yang masih pendek sewaktu masih trotol akan lebih panjang setelah melalui masa mabung, tentunya ini berlaku untuk burung MB Sumatera, sedangkan MB Nias hanya sedikit perkembangannya.

Hal yang penting perawatan selama burung belum berganti bulu karena masih bakalan adalah burung dibuat mau makan voer agar burung mudah dirawat dikemudian hari, adapun setelan setelah masa mabung dapat diatur dengan memberi jangkrik 3-4 ekor pagi dan 3-4 ekor sore hari, sementara kroto dapat diberikan 2 kali dalam seminggu.
Detail

Jenis Jenis Murai Batu di Indonesia

Burung Murai Batu merupakan salah satu burung endemik asli Indonesia terindah dan memiliki kicauan yang paling merdu diantara sekian banyak burung berkicau, sehingg tak salah bila Harga Burung Murai Batu semakin lama semakin mahal. Ada beberapa jenis Murai Batu yang kita kenal selama ini, atau paling tidak yang sering kita temukan dipasaran, agar bagi pemula tidak salah memilih kali ini Kissawa ingin berbagi catatan Beberapa Jenis Murai Batu Terpopuler di Indonesia.


Murai Batu Medan
Sesuai dengan namanya maka habitat burung murai batu medan berarti dari Medan, Propinsi Sumatera Utara yang memiliki burung murai batu dengan ekor yang panjang +/- 30cm. Bagi murai batu jantan warna merah bata dan hitam begitu kontras dan jelas, selain itu juga terdapat kombinasi bulu warna putih pada ekor dan sayapnya yang membuat penampilan Murai Batu Medan semakin matching. Karena memiliki ekor yang panjang maka burung ini seakan memiliki tubuh yang kecil dan ramping.

Murai Batu Aceh
Berdasarkan namanya sudah jelas bila burung murai batu Aceh berasal dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, namun populasi burung ini di daerah asalnya sana sudah mulai sulit ditemukan atau langka, sehingga usaha penangkaran Murai Aceh sudah sangat perlu untuk digalakkan. Membedakan Murai Aceh dengan Murai Medan bisa dikatakan hampir sangat sulit karena propinsi bertetangga ini terkadang juga memiliiki burung yang hampir sama, ekor murai aceh sedikit lebih pendek +/- 27cm. Namun burung berekor panjang ini memiliki ekor yang lebih cantik daripada jenis murai lainnya.

Murai Batu Nias
Kepulauan Nias menyimpan kecantikan burung Murai Batu yang tidak kalah hebat, burung murai nias memiliki kemampuan adaptasi sangat tinggi, sehingga burung ini lebih cepat jinak dan tidak mudah stress meskipun berulang kali pindah tangan atau pindah tempat. Namun karena warna bulunya hanya Hitam, banyak pecinta burung yang kurang suka, padahal kicauan murai nias tidak kalah dengan murai medan maupun murai aceh, bahkan Murai Nias memiliki kemampuan merekam suara lebih cepat dibandingkan burung murai lainnya.

Murai Batu Lampung
Jenis murai batu lampung tergolong cukup indah warna bulu dada maupun ekornya, kombinasi warnanya menyerupai burung murai pada umumnya, yaitu terdapat warna merah bata, hitam, dan putih pada ekornya. Namun sayangnya burung murai batu lampung memiliki ekor yang lebih pendek dibandingkan Murai Medan, Murai Nias maupun Murai Aceh, kira kira 18 cm. Tubuh, leher, kepala burung murai lampung tampak lebih besar daripada burung murai medan.

Murai Batu Borneo
Sesuai dengan namanya, burung murai batu borneo berasal dari Kepulauan Kalimantan, dimana wilayah penyebarannya ada di hutan belantara Palangkaraya, Banjarmasin dan beberapa daerah lain sekitar pulau Kalimantan. 

Murai Batu Jawa (Larwo)
Keberadaan murai batu jawa atau Larwo tinggal kenangan, saat ini populasi burung larwo dipastikan telah langka, jadi jangan harap bisa menemukan burung ini dipasaran. Karena popularitas burung Larwo kalah tenar dibandingkan Murai Batu Medan maka burung Larwo sangat jarang ada yang mau menangkarkannya. 


Murai Blorok 
Ini adalah sejenis burung species baru hasil breeding burung murai batu, beberapa peternak engan menjual burung ini bersamaan burung berkicau lainnya karena mengangagap murai blorok sebagai burung yang langka sehingga harga bahannya saja sudah sangat mahal.

Untuk anda pecinta burung murai batu yang ingin digunakan untuk lomba berkicau maka pilihan utama tentu akan jatuh pada burung murai batu medan. Karena dari segi fisik, penampilan, warna dan gaya bertarung, burung murai batu medan lebih baik dari yang lain.
Burung Murai Batu merupakan salah satu burung endemik asli Indonesia terindah dan memiliki kicauan yang paling merdu diantara sekian banyak burung berkicau, sehingg tak salah bila Harga Burung Murai Batu semakin lama semakin mahal. Ada beberapa jenis Murai Batu yang kita kenal selama ini, atau paling tidak yang sering kita temukan dipasaran, agar bagi pemula tidak salah memilih kali ini Kissawa ingin berbagi catatan Beberapa Jenis Murai Batu Terpopuler di Indonesia.


Murai Batu Medan
Sesuai dengan namanya maka habitat burung murai batu medan berarti dari Medan, Propinsi Sumatera Utara yang memiliki burung murai batu dengan ekor yang panjang +/- 30cm. Bagi murai batu jantan warna merah bata dan hitam begitu kontras dan jelas, selain itu juga terdapat kombinasi bulu warna putih pada ekor dan sayapnya yang membuat penampilan Murai Batu Medan semakin matching. Karena memiliki ekor yang panjang maka burung ini seakan memiliki tubuh yang kecil dan ramping.

Murai Batu Aceh
Berdasarkan namanya sudah jelas bila burung murai batu Aceh berasal dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, namun populasi burung ini di daerah asalnya sana sudah mulai sulit ditemukan atau langka, sehingga usaha penangkaran Murai Aceh sudah sangat perlu untuk digalakkan. Membedakan Murai Aceh dengan Murai Medan bisa dikatakan hampir sangat sulit karena propinsi bertetangga ini terkadang juga memiliiki burung yang hampir sama, ekor murai aceh sedikit lebih pendek +/- 27cm. Namun burung berekor panjang ini memiliki ekor yang lebih cantik daripada jenis murai lainnya.

Murai Batu Nias
Kepulauan Nias menyimpan kecantikan burung Murai Batu yang tidak kalah hebat, burung murai nias memiliki kemampuan adaptasi sangat tinggi, sehingga burung ini lebih cepat jinak dan tidak mudah stress meskipun berulang kali pindah tangan atau pindah tempat. Namun karena warna bulunya hanya Hitam, banyak pecinta burung yang kurang suka, padahal kicauan murai nias tidak kalah dengan murai medan maupun murai aceh, bahkan Murai Nias memiliki kemampuan merekam suara lebih cepat dibandingkan burung murai lainnya.

Murai Batu Lampung
Jenis murai batu lampung tergolong cukup indah warna bulu dada maupun ekornya, kombinasi warnanya menyerupai burung murai pada umumnya, yaitu terdapat warna merah bata, hitam, dan putih pada ekornya. Namun sayangnya burung murai batu lampung memiliki ekor yang lebih pendek dibandingkan Murai Medan, Murai Nias maupun Murai Aceh, kira kira 18 cm. Tubuh, leher, kepala burung murai lampung tampak lebih besar daripada burung murai medan.

Murai Batu Borneo
Sesuai dengan namanya, burung murai batu borneo berasal dari Kepulauan Kalimantan, dimana wilayah penyebarannya ada di hutan belantara Palangkaraya, Banjarmasin dan beberapa daerah lain sekitar pulau Kalimantan. 

Murai Batu Jawa (Larwo)
Keberadaan murai batu jawa atau Larwo tinggal kenangan, saat ini populasi burung larwo dipastikan telah langka, jadi jangan harap bisa menemukan burung ini dipasaran. Karena popularitas burung Larwo kalah tenar dibandingkan Murai Batu Medan maka burung Larwo sangat jarang ada yang mau menangkarkannya. 


Murai Blorok 
Ini adalah sejenis burung species baru hasil breeding burung murai batu, beberapa peternak engan menjual burung ini bersamaan burung berkicau lainnya karena mengangagap murai blorok sebagai burung yang langka sehingga harga bahannya saja sudah sangat mahal.

Untuk anda pecinta burung murai batu yang ingin digunakan untuk lomba berkicau maka pilihan utama tentu akan jatuh pada burung murai batu medan. Karena dari segi fisik, penampilan, warna dan gaya bertarung, burung murai batu medan lebih baik dari yang lain.
Detail

Daftar Harga Burung Murai Batu Terbaru

Prospek berternak burung murai batu terus membaik sehingga banyak pecinta burung yang melakukan ujicoba Breeding Murai Batu karena kebutuhan pasar terus meningkat seakan hasil peternakan tidak mampu mencukupi keinginan pasar. melihat harga yang terus membaik kali ini Km Kissawa ingin menyampaikan Daftar Harga Murai Batu Terbaru 2014, berdasarkan pantauan saya di Pasar Burung Online dan PB Kupang-Surabaya

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya harga burung murai batu tahun 2014 ini lebih baik atau meningkat sehingga kesejahteraan peternak juga lebih terjamin. Perlu diketahui bahwa Murai Medan adalah salah satu burung murai batu ekor panjang, sedangkan murai lampung cukup pendek sekitar 20cm.

inilah, Daftar Harga Burung Murai Batu Bakalan 2014
  • Murai batu medan (d'wasa hutan) - Rp 1.300.000
  • Murai batu medan betina (ternakan) usia 1 bulan - Rp 1.000.000
  • Murai batu medan sepasang siap ternak - Rp 7.000.000
  • Murai batu medan jantan ternakan usian 1 bulan - Rp 1.500.000
  • Murai batu medan (trotolan hutan) jantan - Rp 1.250.000
  • Murai batu lampung betina ternakan usia 1 bulan - Rp 800.000
  • Murai batu lampung sepasang siap ternak - Rp 5.000.000
  • Murai batu lampung (Muda Hutan) - Rp 700.000
  • Murai batu lampung jantan ternakan usia 1 bulan - Rp 800.000
  • Murai batu nias (dewasa hutan) - Rp 700.000
  • Murai nias raja (trotolan) - Rp 900.000
  • Murai nias jadi - Rp 1.500.000 s/d Rp 3.500.000
  • Murai batu nias (trotolan) - Rp 750.000
  • Murai batu borneo (dewasa hutan) - Rp 450.000 s/d Rp 500.000
  • Murai air - Rp 250.000
  • Murai Batu Blorok udah jadi > Rp. 10.000.000
  • Harga Burung Murai Batu kelas lomba harga sesuai kualitas burungnya
Itulah Estimasi harga burung murai batu berdasarkan pantauan kami dipasar burung online dan pasar burung disekitar Surabaya, namun demikian harga tersebut bukanlah harga yang mutlak karena selera pasar dan tingkat kecukaan konsumen bisa mempengaruhi naik turunnya harga burung.



Prospek berternak burung murai batu terus membaik sehingga banyak pecinta burung yang melakukan ujicoba Breeding Murai Batu karena kebutuhan pasar terus meningkat seakan hasil peternakan tidak mampu mencukupi keinginan pasar. melihat harga yang terus membaik kali ini Km Kissawa ingin menyampaikan Daftar Harga Murai Batu Terbaru 2014, berdasarkan pantauan saya di Pasar Burung Online dan PB Kupang-Surabaya

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya harga burung murai batu tahun 2014 ini lebih baik atau meningkat sehingga kesejahteraan peternak juga lebih terjamin. Perlu diketahui bahwa Murai Medan adalah salah satu burung murai batu ekor panjang, sedangkan murai lampung cukup pendek sekitar 20cm.

inilah, Daftar Harga Burung Murai Batu Bakalan 2014
  • Murai batu medan (d'wasa hutan) - Rp 1.300.000
  • Murai batu medan betina (ternakan) usia 1 bulan - Rp 1.000.000
  • Murai batu medan sepasang siap ternak - Rp 7.000.000
  • Murai batu medan jantan ternakan usian 1 bulan - Rp 1.500.000
  • Murai batu medan (trotolan hutan) jantan - Rp 1.250.000
  • Murai batu lampung betina ternakan usia 1 bulan - Rp 800.000
  • Murai batu lampung sepasang siap ternak - Rp 5.000.000
  • Murai batu lampung (Muda Hutan) - Rp 700.000
  • Murai batu lampung jantan ternakan usia 1 bulan - Rp 800.000
  • Murai batu nias (dewasa hutan) - Rp 700.000
  • Murai nias raja (trotolan) - Rp 900.000
  • Murai nias jadi - Rp 1.500.000 s/d Rp 3.500.000
  • Murai batu nias (trotolan) - Rp 750.000
  • Murai batu borneo (dewasa hutan) - Rp 450.000 s/d Rp 500.000
  • Murai air - Rp 250.000
  • Murai Batu Blorok udah jadi > Rp. 10.000.000
  • Harga Burung Murai Batu kelas lomba harga sesuai kualitas burungnya
Itulah Estimasi harga burung murai batu berdasarkan pantauan kami dipasar burung online dan pasar burung disekitar Surabaya, namun demikian harga tersebut bukanlah harga yang mutlak karena selera pasar dan tingkat kecukaan konsumen bisa mempengaruhi naik turunnya harga burung.



Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dunia burung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger