Latest Products

Fenomena Burung Lovebird blorok mata biru

Foto Ayahnya Quinsa.
Memunculkan pola blorok pada warna love bird diakui sangat susah oleh banyak orang, tapi bukan berarti tidak mungkin. Modal utamanya adalah kesabaran dan ketelitian di samping kerelaan untuk menyisihkan love bird galur murni yang dimiliki.


Dari love bird galur murni inilah penangkar bisa mengupayakan munculnya warna blorok, meskipun tidak ada jaminan bisa berhasil. “Blorok itu awalnya terjadi dari perkawinan silang dua pasang atau lebih baik lagi empat pasang. Yang dikawinkan silang ini harus galur murni,” kata salah satu penangkar love bird asal Debegan, Mojosongno, Solo, saat menjelaskan pengalamannya.



Dia mencontohkan, persilangan ini diawali dengan perkawinan empat pasang love bird warna kuning dan dua pasang hijau. Dari persilangan pertama ini, keempat pasangan menghasilkan empat keturunan pertama. Selanjutnya keempat anakan ini dijadikan dua pasang induk dan masing-masing menghasilkan keturunan kedua. Dua ekor anakan keturunan kedua ini kemudian dikawinkan lagi dan menghasilkan keturunan ketiga. Jika masih ada materi lagi, keturunan ketiga ini bisa dikawinkan lagi dengan sesamanya dan menghasilkan keturunan keempat atau seterusnya.



Menurut peternak, setiap tahap keturunan ini memiliki kemungkinan munculnya blorok yang berbeda-beda. Semakin ke bawah (keturunan ketiga, keempat dan kelima) kemungkinan munculnya blorok semakin besar. Blorok yang muncul di bulu pun semakin banyak. “Turunan pertama biasanya kemungkinannya kecil jadi blorok, turunan kedua ada bloroknya. Yang ketiga blorok sudah agak banyak dan yang keempat dan kelima lebih banyak lagi bloroknya,” terang peternak.

Butuh Waktu

Karena mencakup empat sampai lima generasi, proses persilangan untuk menghasilkan warna blorok ini butuh waktu empat hingga lima tahun. Untuk menjalani seluruh proses ini diakui tidak mudah. Sejak awal, tidak semua penangkar mau merelakan love bird galur murni mereka dijadikan sebagai bahan percobaan. Mereka yang punya love bird kuning, hijau, kepala hitam galur murni, biasanya enggan melakukan persilangan. Maklum, love bird galur murni saat ini sudah sulit didapat.“Sekarang love bird hijau kepala hitam yang banyak diimpor itu, hitamnya sudah abu-abu. Susah banget mencari yang kepalanya hitam.” kata peternak sendiri sudah mencoba melakukan proses persilangan ini untuk mencari love bird blorok beberapa waktu lalu. 

Sayangnya proses persilangan itu harus berhenti di keturunan ketiga karena salah satu induknya sudah mati. “Masih ada bloroknya, tapi hanya jantan.” Namun bagi yang enggan melakukan persilangan dalam waktu lama, sebenarnya ada cara instan yang membutuhkan waktu jauh lebih singkat. Caranya adalah dengan membeli seekor love bird blorok dan menyilangkannya dengan love bird warna apa saja.”Sebaiknya blorok yang dipilih berwarna gelap. Tapi ini butuh dana yang lumayan. 

Sekarang muncul hibrid baru yaitu blorok bermata biru, mungkin ini hal yang belum pernah terjadi pada peternak lovebird. Namun kini anda jenis baru yaitu bermata biru. Kalau lovebird mata merah sudah banyak beredar seperti lutino mata merah maupun albino mata merah. Salah satu peternak di jogja telah mendapatakan hasil dari beternak lovebird yaitu blorok yang bermata biru. Ini di dapat dari indukan blorok violet (peied vio) dengan pa stel biru. mungkin anda tidak percaya jika belum melihat penampakannya.
berikut ini penampakan blorok yang bermata biru.  


Untuk masalah harga belum ada patokan yang pasti. Untuk perbandingan harga lovebird mata merah warna standard aja konon harganya bisa mencapai 50jt/per pasang. Apalagi ini burung lovebird blorok dengan warna biru (pied violet). Mungkin anda berminat dengan burung lovebird dengan mata biru ini?


Foto Ayahnya Quinsa.
Memunculkan pola blorok pada warna love bird diakui sangat susah oleh banyak orang, tapi bukan berarti tidak mungkin. Modal utamanya adalah kesabaran dan ketelitian di samping kerelaan untuk menyisihkan love bird galur murni yang dimiliki.


Dari love bird galur murni inilah penangkar bisa mengupayakan munculnya warna blorok, meskipun tidak ada jaminan bisa berhasil. “Blorok itu awalnya terjadi dari perkawinan silang dua pasang atau lebih baik lagi empat pasang. Yang dikawinkan silang ini harus galur murni,” kata salah satu penangkar love bird asal Debegan, Mojosongno, Solo, saat menjelaskan pengalamannya.



Dia mencontohkan, persilangan ini diawali dengan perkawinan empat pasang love bird warna kuning dan dua pasang hijau. Dari persilangan pertama ini, keempat pasangan menghasilkan empat keturunan pertama. Selanjutnya keempat anakan ini dijadikan dua pasang induk dan masing-masing menghasilkan keturunan kedua. Dua ekor anakan keturunan kedua ini kemudian dikawinkan lagi dan menghasilkan keturunan ketiga. Jika masih ada materi lagi, keturunan ketiga ini bisa dikawinkan lagi dengan sesamanya dan menghasilkan keturunan keempat atau seterusnya.



Menurut peternak, setiap tahap keturunan ini memiliki kemungkinan munculnya blorok yang berbeda-beda. Semakin ke bawah (keturunan ketiga, keempat dan kelima) kemungkinan munculnya blorok semakin besar. Blorok yang muncul di bulu pun semakin banyak. “Turunan pertama biasanya kemungkinannya kecil jadi blorok, turunan kedua ada bloroknya. Yang ketiga blorok sudah agak banyak dan yang keempat dan kelima lebih banyak lagi bloroknya,” terang peternak.

Butuh Waktu

Karena mencakup empat sampai lima generasi, proses persilangan untuk menghasilkan warna blorok ini butuh waktu empat hingga lima tahun. Untuk menjalani seluruh proses ini diakui tidak mudah. Sejak awal, tidak semua penangkar mau merelakan love bird galur murni mereka dijadikan sebagai bahan percobaan. Mereka yang punya love bird kuning, hijau, kepala hitam galur murni, biasanya enggan melakukan persilangan. Maklum, love bird galur murni saat ini sudah sulit didapat.“Sekarang love bird hijau kepala hitam yang banyak diimpor itu, hitamnya sudah abu-abu. Susah banget mencari yang kepalanya hitam.” kata peternak sendiri sudah mencoba melakukan proses persilangan ini untuk mencari love bird blorok beberapa waktu lalu. 

Sayangnya proses persilangan itu harus berhenti di keturunan ketiga karena salah satu induknya sudah mati. “Masih ada bloroknya, tapi hanya jantan.” Namun bagi yang enggan melakukan persilangan dalam waktu lama, sebenarnya ada cara instan yang membutuhkan waktu jauh lebih singkat. Caranya adalah dengan membeli seekor love bird blorok dan menyilangkannya dengan love bird warna apa saja.”Sebaiknya blorok yang dipilih berwarna gelap. Tapi ini butuh dana yang lumayan. 

Sekarang muncul hibrid baru yaitu blorok bermata biru, mungkin ini hal yang belum pernah terjadi pada peternak lovebird. Namun kini anda jenis baru yaitu bermata biru. Kalau lovebird mata merah sudah banyak beredar seperti lutino mata merah maupun albino mata merah. Salah satu peternak di jogja telah mendapatakan hasil dari beternak lovebird yaitu blorok yang bermata biru. Ini di dapat dari indukan blorok violet (peied vio) dengan pa stel biru. mungkin anda tidak percaya jika belum melihat penampakannya.
berikut ini penampakan blorok yang bermata biru.  


Untuk masalah harga belum ada patokan yang pasti. Untuk perbandingan harga lovebird mata merah warna standard aja konon harganya bisa mencapai 50jt/per pasang. Apalagi ini burung lovebird blorok dengan warna biru (pied violet). Mungkin anda berminat dengan burung lovebird dengan mata biru ini?


Detail

Cara Beternak Burung Lovebird

Cara Beternak Burung Lovebird. Secara fisik jenis kelamin pada lovebird sangat sulit dibedakan. Jangan tertipu oleh lovebird yang kawin, karena lovebird yang kawin belum tentu lovebird tersebut jantan dan betina. Bisa jadi lovebird tersebut jantan semua ataupun betina semua. Cirinya adalah jika kira-kira dua minggu setelah kawin lovebird tersebut tidak juga bertelur berarti lovebird tersebut jantan semua dan sebaliknya jika kira-kira 2 minngu setelah kawin lovebird tersebut bertelur lebih dari 6 telur kemungkinan besar lovebird tersebut betina semua. 

Sedangkan cara yang digunakan kebanyakan orang di Indonesia untuk membedakan jenis kelamin lovebird adalah dengan cara meraba tulang, dimana jika jarak antara kedua tulang supit renggang dan terasa lentur maka lovebird tersebut biasanya berjenis kelamin betina. Dan jika jarak antara tulang supit sempit serta terasa keras biasanya lovebird tersebut berjenis kelamin jantan. 

Namun cara tersebut tidak 100% benar. Unutk cara yang paling akurat yang sering dilakukan oleh orang-orang barat yaitu dengan cara tes darah dengan jalan mencabut sehelai bulu lovebird dimana pada pangkal bulu lovebird tersebut terdapat sedikit darah yang menempel selanjutnya di bawa ke laboratorium yang khusus untuk meneliti jenis kelamin lovebird. Cara inilah, cara yang sangat akurat untuk menentukan jenis kelamin lovebird

USIA PRODUKSI
Usia produksi lovebird bisa bertelur pada usia 8 bulan. Namun usia tersebut kurang baik untuk produktifitas loveird. Pada usia 8 bulan lovebird belum benar-benar matang untuk berproduksi, sehingga sering terjadi kegagalan dalam penetasan. Kalaupun berhasil kemungkinannya sangat kecil dan kualitas lovebird yang dihasilkan biasanya kurang bagus. Untuk usia yang bagus yaitu usia 1 tahun, pada usia tersebut lovebird benar-benar sudah siap untuk berproduksi.

TEMPAT BERTELUR
Dalam berkembang biak lovebird memerlukan tempat untuk meletakkan telurnya. Tempat tersebut harus kita sediakan dengan baik sehingga lovebird bisa mengeram dengan tenang dan telur lovebird dapat menetas dengan baik.Tempat bertelur lovebird berbentuk kotak dengan ukuran bervariasi. Untuk kotak yang ideal berukuran 20cmx20cmx25cm. Penempatan kotak tersebut harus terhindar dari terik matahari dan hujan. Selain kotak tempat bertelur jangan lupa disediakan pula bahan sarang, bisa berupa rumput kering, serutan kayu dll. Bahan tersebut diletakkan di dasar kandang, jika sudah mendekati masa bertelur lovebird akan membawa bahan sarang tersebut ke dalam kotak tempat bertelur untuk ditata sebagai dasar untuk meletakkan telur dan berguna untuk menghangatkan telur.

LAMA PENGERAMAN
Pada masa pengeraman lovebird memerlukan kondisi lingkungan yang tenang bebas dari gangguan apapun. Kondisi ini harus benar-benar di jaga agar mendapatkan hasil yang maksimal. Beberapa orang beranggapan bahwa kalau lovebird sedang mengeram tidak boleh dilihat/dipegang telurnya. Hal tersebut sangat masuk akal untuk menjaga ktenngan lovebird yang sedang mengeram. Namun kelemahannya bagimana kita bisa mengetahui apakah telur tersebut menetas atau tidak. Untuk mengatasi hal tersebut biasakan kita melihat isi kotak telur sebelum lovebird tersebut bertelur. Sehingga dengan kebiasaan tersebut ketika lovebird sudah bertelur dan mengerami telurnya kalau kita lihat tidak merasa terganggu karena sudah terbiasa dilihat.

Setelah pengeraman selama 25hari telur belum juga menetas besar kemungkinan telur tersebut tidak menetas dan bisa di ambil biar lovebird bertelur kembali. Telur yang kita ambil tersebut kita pecah untuk mngetahui kondisi telur tersebut. Apabila kondisi telur tersebut masih utuh, masih ada putih dan kuning telurnya berarti telur terseut tidak dibuahi. Namun apabila tersebut busuk berarti gagal dalam pengeramannya.

MAKANAN LOVEBIRD
Agar lovebird yang kita pelihara dapat produksi secara maksimal, maka kita harus memberikan makanan yang berkualitas dan berfariasi. Demikian juga kita, kita akan bosan kalau tiap hari kita hanya makan nasi kucing Angkringan (maksutnya bukan kucing yg kita makan lho, kan haram, coba anda ke Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, aq kye belum tau :D , jokowi kayae suka ). Makanan yang disukai lovebird diantaranya: milet, jewawut, kenari seed, biji sawi, jagung muda, kangkung, sawi, toge, dll. Untuk lovebird yang sedang menyuapi anaknya bisa ditambah dengan BR1 agar perkembangan anaknya baik.

CARA MEMBERI MAKAN ANAK LOVEBIRD
Untuk meningkatkan produktifitas induk lovebird dapat dilakukan dengan cara mengambil anak lovebird pada usia sekitar 10 - 14 hari. Di samping itu anak lovebird akan menjadi lebih jinak sehingga juga dapat meningkatkan harga jual lovebird. Anak Lovebird di letakkan pada sebuah kotak yang di beri alas kain handuk dan diberi lampu 5 watt untuk menjaga kehangatan.

Pakan untuk anak lovebird bisa menggunakan bubur bayi instant yang banyak dijual di toko sekitar anda. Bubur bayi dicampur dengan air hangat, jangan terlalu panas dan jangan dingin, ( hangat-hangat kuku ). Pada awalnya campuran yang diberikan dalam bentuk yang tidak terlalu kental, semakin tambah umur anak lovebird, tingkat kekentalan makanan semakin bertambah pula.
Alat yang digunakan bisa memakai jarum suntik.

Pemberian pakan dilakukan minimal tiap 4 jam sekali, secara teratur. Anda dapat menggunakan jadwal anda sendiri, sebagai contoh jadwal pemberian makan: 06:00, 10:00, 14:00, 18:00, 23:00.

Setelah anak lovebird sekitar usia empat minggu, Anda bisa memberi mereka makanan di tempat makan untuk melatih makan pada anak lovebird. Makanan yang diberikan dapat berupa potongan-potongan kecil buah-buahan atau sayuran, telur rebus, pelet yang dicampur air hangat.

Pada usia sekitar 6 minggu, anak lovebird akan lebih tertarik terbang daripada makan apa yang Anda tawarkan. Mereka akan makan dan minum sendiri lebih banyak. Pada usia itu anak lovebird siap untuk di sapih.
Cara Beternak Burung Lovebird. Secara fisik jenis kelamin pada lovebird sangat sulit dibedakan. Jangan tertipu oleh lovebird yang kawin, karena lovebird yang kawin belum tentu lovebird tersebut jantan dan betina. Bisa jadi lovebird tersebut jantan semua ataupun betina semua. Cirinya adalah jika kira-kira dua minggu setelah kawin lovebird tersebut tidak juga bertelur berarti lovebird tersebut jantan semua dan sebaliknya jika kira-kira 2 minngu setelah kawin lovebird tersebut bertelur lebih dari 6 telur kemungkinan besar lovebird tersebut betina semua. 

Sedangkan cara yang digunakan kebanyakan orang di Indonesia untuk membedakan jenis kelamin lovebird adalah dengan cara meraba tulang, dimana jika jarak antara kedua tulang supit renggang dan terasa lentur maka lovebird tersebut biasanya berjenis kelamin betina. Dan jika jarak antara tulang supit sempit serta terasa keras biasanya lovebird tersebut berjenis kelamin jantan. 

Namun cara tersebut tidak 100% benar. Unutk cara yang paling akurat yang sering dilakukan oleh orang-orang barat yaitu dengan cara tes darah dengan jalan mencabut sehelai bulu lovebird dimana pada pangkal bulu lovebird tersebut terdapat sedikit darah yang menempel selanjutnya di bawa ke laboratorium yang khusus untuk meneliti jenis kelamin lovebird. Cara inilah, cara yang sangat akurat untuk menentukan jenis kelamin lovebird

USIA PRODUKSI
Usia produksi lovebird bisa bertelur pada usia 8 bulan. Namun usia tersebut kurang baik untuk produktifitas loveird. Pada usia 8 bulan lovebird belum benar-benar matang untuk berproduksi, sehingga sering terjadi kegagalan dalam penetasan. Kalaupun berhasil kemungkinannya sangat kecil dan kualitas lovebird yang dihasilkan biasanya kurang bagus. Untuk usia yang bagus yaitu usia 1 tahun, pada usia tersebut lovebird benar-benar sudah siap untuk berproduksi.

TEMPAT BERTELUR
Dalam berkembang biak lovebird memerlukan tempat untuk meletakkan telurnya. Tempat tersebut harus kita sediakan dengan baik sehingga lovebird bisa mengeram dengan tenang dan telur lovebird dapat menetas dengan baik.Tempat bertelur lovebird berbentuk kotak dengan ukuran bervariasi. Untuk kotak yang ideal berukuran 20cmx20cmx25cm. Penempatan kotak tersebut harus terhindar dari terik matahari dan hujan. Selain kotak tempat bertelur jangan lupa disediakan pula bahan sarang, bisa berupa rumput kering, serutan kayu dll. Bahan tersebut diletakkan di dasar kandang, jika sudah mendekati masa bertelur lovebird akan membawa bahan sarang tersebut ke dalam kotak tempat bertelur untuk ditata sebagai dasar untuk meletakkan telur dan berguna untuk menghangatkan telur.

LAMA PENGERAMAN
Pada masa pengeraman lovebird memerlukan kondisi lingkungan yang tenang bebas dari gangguan apapun. Kondisi ini harus benar-benar di jaga agar mendapatkan hasil yang maksimal. Beberapa orang beranggapan bahwa kalau lovebird sedang mengeram tidak boleh dilihat/dipegang telurnya. Hal tersebut sangat masuk akal untuk menjaga ktenngan lovebird yang sedang mengeram. Namun kelemahannya bagimana kita bisa mengetahui apakah telur tersebut menetas atau tidak. Untuk mengatasi hal tersebut biasakan kita melihat isi kotak telur sebelum lovebird tersebut bertelur. Sehingga dengan kebiasaan tersebut ketika lovebird sudah bertelur dan mengerami telurnya kalau kita lihat tidak merasa terganggu karena sudah terbiasa dilihat.

Setelah pengeraman selama 25hari telur belum juga menetas besar kemungkinan telur tersebut tidak menetas dan bisa di ambil biar lovebird bertelur kembali. Telur yang kita ambil tersebut kita pecah untuk mngetahui kondisi telur tersebut. Apabila kondisi telur tersebut masih utuh, masih ada putih dan kuning telurnya berarti telur terseut tidak dibuahi. Namun apabila tersebut busuk berarti gagal dalam pengeramannya.

MAKANAN LOVEBIRD
Agar lovebird yang kita pelihara dapat produksi secara maksimal, maka kita harus memberikan makanan yang berkualitas dan berfariasi. Demikian juga kita, kita akan bosan kalau tiap hari kita hanya makan nasi kucing Angkringan (maksutnya bukan kucing yg kita makan lho, kan haram, coba anda ke Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, aq kye belum tau :D , jokowi kayae suka ). Makanan yang disukai lovebird diantaranya: milet, jewawut, kenari seed, biji sawi, jagung muda, kangkung, sawi, toge, dll. Untuk lovebird yang sedang menyuapi anaknya bisa ditambah dengan BR1 agar perkembangan anaknya baik.

CARA MEMBERI MAKAN ANAK LOVEBIRD
Untuk meningkatkan produktifitas induk lovebird dapat dilakukan dengan cara mengambil anak lovebird pada usia sekitar 10 - 14 hari. Di samping itu anak lovebird akan menjadi lebih jinak sehingga juga dapat meningkatkan harga jual lovebird. Anak Lovebird di letakkan pada sebuah kotak yang di beri alas kain handuk dan diberi lampu 5 watt untuk menjaga kehangatan.

Pakan untuk anak lovebird bisa menggunakan bubur bayi instant yang banyak dijual di toko sekitar anda. Bubur bayi dicampur dengan air hangat, jangan terlalu panas dan jangan dingin, ( hangat-hangat kuku ). Pada awalnya campuran yang diberikan dalam bentuk yang tidak terlalu kental, semakin tambah umur anak lovebird, tingkat kekentalan makanan semakin bertambah pula.
Alat yang digunakan bisa memakai jarum suntik.

Pemberian pakan dilakukan minimal tiap 4 jam sekali, secara teratur. Anda dapat menggunakan jadwal anda sendiri, sebagai contoh jadwal pemberian makan: 06:00, 10:00, 14:00, 18:00, 23:00.

Setelah anak lovebird sekitar usia empat minggu, Anda bisa memberi mereka makanan di tempat makan untuk melatih makan pada anak lovebird. Makanan yang diberikan dapat berupa potongan-potongan kecil buah-buahan atau sayuran, telur rebus, pelet yang dicampur air hangat.

Pada usia sekitar 6 minggu, anak lovebird akan lebih tertarik terbang daripada makan apa yang Anda tawarkan. Mereka akan makan dan minum sendiri lebih banyak. Pada usia itu anak lovebird siap untuk di sapih.
Detail

Jenis blorok pada burung lovebird

Jenis blorok pada burung lovebirdSalah satu daya tarik lovebird adalah karena warnanya yang indah. Oleh karena itu, dalam pengembangbiakan lovebird biasanya direncanakan suatu pengembangbiakan lovebird dengan pola warna tertentu. Hal ini memang memungkinkan dan sudah banyak yang berhasil mengembangbiakkan lovebird dengan warna-warna tertentu. Biasanya warna-warna yang langka akan membuat harga lovebird menjadi sangat tinggi.

Dalam merencanakan warna bulu pada pengembangbiakan lovebird tidak dapat dilepaskan dari hukum genetik. Secara umum, telah diketahui bahwa dari pasangan yang dikawinkan maka sifat anak-anak 50% meniru induk betina dan 50% meniru induk jantan. Dengan kata lain sifat anak merupakan perpaduan setengah sifat induk jantan dan setengah sifat induk betina. Sifat-sifat yang diturunkan ini pun masih dipengaruhi oleh sifat resesif dan sifat dominan yang dimiliki oleh pasangan yang dikawinkan.

Untuk menentukan sifat resesif dan dominan ini dapat diperkirakan setelah suatu pasangan yang berlainan sifatnya (dalam hal ini warna bulu) menurunkan dua-tiga periode keturunan. Bila keturunan pada periode-periode tersebut cenderung mempunyai hasil yang relatif sama maka dapat diperkirakan sifat dominan dan resesif yang ada pada induk jantan dan atau induk betina. Berdasarkan pengalaman-pengalaman inilah kemudian dapat disusun program perencanaan warna bulu pada anak lovebird dari pasangan-pasangan yang dipelihara.


1. Dompied yang dimaksud adalah blorok yang mempunyai sifat gen dominan artinya gen blorok akan diturunkan kepada anaknya, nah untuk dompied bisa bersifat DF(double faktor/gen blorok kuat sekali)ato bisa SF (single factor/ gen blorok kurang kuat).
2. Pied Resessive ato sering disebut blorok mutasi, pola blorok makin lama makin hilang seiring proses pergantian bulu, ato lb asalnya tidak blorok lama2 bisa blorok karena adanya pengaruh suhu kandang dan pergantian bulu. Pied resessive tidak diturunkan kepada anaknya.
3. Mottle, ini juga disebut blorok, justru pola blorok kadang2 lebih tegas dan Cantik dibanding yang dompied, akan tetapi gen bloroknya juga tidak diturunkan ke anaknya..biasanya pada sayap warna hitamnya ada selap putih pada beberapa helai sayapnya.
Jenis blorok pada burung lovebirdSalah satu daya tarik lovebird adalah karena warnanya yang indah. Oleh karena itu, dalam pengembangbiakan lovebird biasanya direncanakan suatu pengembangbiakan lovebird dengan pola warna tertentu. Hal ini memang memungkinkan dan sudah banyak yang berhasil mengembangbiakkan lovebird dengan warna-warna tertentu. Biasanya warna-warna yang langka akan membuat harga lovebird menjadi sangat tinggi.

Dalam merencanakan warna bulu pada pengembangbiakan lovebird tidak dapat dilepaskan dari hukum genetik. Secara umum, telah diketahui bahwa dari pasangan yang dikawinkan maka sifat anak-anak 50% meniru induk betina dan 50% meniru induk jantan. Dengan kata lain sifat anak merupakan perpaduan setengah sifat induk jantan dan setengah sifat induk betina. Sifat-sifat yang diturunkan ini pun masih dipengaruhi oleh sifat resesif dan sifat dominan yang dimiliki oleh pasangan yang dikawinkan.

Untuk menentukan sifat resesif dan dominan ini dapat diperkirakan setelah suatu pasangan yang berlainan sifatnya (dalam hal ini warna bulu) menurunkan dua-tiga periode keturunan. Bila keturunan pada periode-periode tersebut cenderung mempunyai hasil yang relatif sama maka dapat diperkirakan sifat dominan dan resesif yang ada pada induk jantan dan atau induk betina. Berdasarkan pengalaman-pengalaman inilah kemudian dapat disusun program perencanaan warna bulu pada anak lovebird dari pasangan-pasangan yang dipelihara.


1. Dompied yang dimaksud adalah blorok yang mempunyai sifat gen dominan artinya gen blorok akan diturunkan kepada anaknya, nah untuk dompied bisa bersifat DF(double faktor/gen blorok kuat sekali)ato bisa SF (single factor/ gen blorok kurang kuat).
2. Pied Resessive ato sering disebut blorok mutasi, pola blorok makin lama makin hilang seiring proses pergantian bulu, ato lb asalnya tidak blorok lama2 bisa blorok karena adanya pengaruh suhu kandang dan pergantian bulu. Pied resessive tidak diturunkan kepada anaknya.
3. Mottle, ini juga disebut blorok, justru pola blorok kadang2 lebih tegas dan Cantik dibanding yang dompied, akan tetapi gen bloroknya juga tidak diturunkan ke anaknya..biasanya pada sayap warna hitamnya ada selap putih pada beberapa helai sayapnya.
Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dunia burung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger