Latest Products

Ciri Ciri Branjangan Jantan dan Betina

Branjangan Jantan merupakan burung branjangan yang memiliki variasi kicauan yang sangat beragam, selain itu burung ini juga memiliki mental yang lebih kuat dibandingkan yang betina. Untuk itu dalam memelihara burung branjangan sebaiknya memilih yang berkelamin Jantan. Agar tidak salah dalam memilih (meskipun ini tidak mutlak) berikut ini saya ingin berbagi catatan untuk anda sahabat setia Kisswa.

Ciri-Ciri Branjangan Jantan dan Betina


Ciri-ciri burung branjangan jantan :
  • Jambul lebih panjang disbanding betina
  • Ada bulu halus di dada bila ditiup
  • Bulu yang tidak tipis serta berwarna coklat yang tajam
  • Bulu dipipi buka keluar
  • Suara kicauannya beragam serta tak terputus-putus
  • Warna paruh hitam serta mengkilat serta paruh sisi bawah tampak putih bersih

Ciri-ciri burung branjangan betina :

  • Jambulnya pendek.
  • Tidak ada bulu halus pada burung branjangan betina
  • Warna bulunya kusam
  • Bulu dikedua pipinya condong rata serta tak buka keluar
  • Suaranya monoton
  • Paruh sisi bawah kecoklatan.
Setelah mengetahui ciri branjangan jantan seperti tersebut diatas, sekarang saatnya kita berselancar di pasar dan mencari yang terbaik untuk momongan kita.

Salam Kicau Mania
Branjangan Jantan merupakan burung branjangan yang memiliki variasi kicauan yang sangat beragam, selain itu burung ini juga memiliki mental yang lebih kuat dibandingkan yang betina. Untuk itu dalam memelihara burung branjangan sebaiknya memilih yang berkelamin Jantan. Agar tidak salah dalam memilih (meskipun ini tidak mutlak) berikut ini saya ingin berbagi catatan untuk anda sahabat setia Kisswa.

Ciri-Ciri Branjangan Jantan dan Betina


Ciri-ciri burung branjangan jantan :
  • Jambul lebih panjang disbanding betina
  • Ada bulu halus di dada bila ditiup
  • Bulu yang tidak tipis serta berwarna coklat yang tajam
  • Bulu dipipi buka keluar
  • Suara kicauannya beragam serta tak terputus-putus
  • Warna paruh hitam serta mengkilat serta paruh sisi bawah tampak putih bersih

Ciri-ciri burung branjangan betina :

  • Jambulnya pendek.
  • Tidak ada bulu halus pada burung branjangan betina
  • Warna bulunya kusam
  • Bulu dikedua pipinya condong rata serta tak buka keluar
  • Suaranya monoton
  • Paruh sisi bawah kecoklatan.
Setelah mengetahui ciri branjangan jantan seperti tersebut diatas, sekarang saatnya kita berselancar di pasar dan mencari yang terbaik untuk momongan kita.

Salam Kicau Mania
Detail

Hal-hal Penting Dalam Merawat Branjangan

Merawat Burung Branjangan berbeda dengan merawat burung berkicau lainnya, untuk itu segala hal yang berkaitan dengan burung branjangan harus dipersiapkan sejak awal sebelum merawat burung ini. Agar kita semua berhasil merawat branjangan hingga berkicau gacor dan hovering, sebaiknya memperhatikan beberapa hal penting berikut ini terkait perawatan branjangan.


Hal Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Dalam Merawat Burung Branjangan :
  1. Pilih sangkar berdiameter minimal 1,5 X rentang sayap branjangan. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat branjangan mengepakkan sayap, tidak ada bagian tubuhnya yang terluka. rata-rata sangkar berdiameter 35cm.
  2. Jarak ideal ruji adalah yang tidak bisa dilewati oleh kepala branjangan. Jarak yang terlalu longgar bisa membuat burung terjepit dan tercekik atau bahkan lepas, sedangkan jarak ruji yang terlalu rapat membuat burung menjadi kurang jelas terlihat saat bertengger. Pastikan keseluruhan ruji sangkar telah diraut dan diamplas dengan baik sehingga tidak akan melukai branjangan terlebih jika branjangan masih giras/nglabrak.
  3. Ruji yang baik terbuat dari bambu yang tua dan diambil dari bagian terluar atau kulit serta melalui proses pengeringan dan pengobatan anti rayap. Jika ruji dibuat dari bambu muda dan bukan bagian terluar serta tidak melalui proses tersebut maka sangkar akan melintir atau "menggeliat" setelah dipakai beberapa lama. Hal ini penting diperhatikan karena sangkar branjangan akan sering terpapar langsung oleh sinar matahari saat burung dijemur.
  4. Sangkar dengan bahan utama bambu lebih baik karena bambu memiliki keunggulan dibanding bahan lain. Bambu di antaranya kuat dan ringan, mudah dibentuk, serta ramah lingkungan.
  5. Usahakan memilih sangkar dengan alas berbahan papan kayu/triplex tebal supaya lebih awet dan kuat karena dasar sangkar akan "terbebani’ oleh bubukan bata. Pastikan juga kawat atau plat logam pengait alas sangkar masih berfungsi dengan baik dan selalu pada posisi yang tepat. Beberapa kejadian, branjangan lepas dari sangkar diakibatkan "tebok"  jatuh karena ambrol maupun disebabkan pengaitnya lepas.
  6. Warna sangkar sebaiknya disesuaikan dengan warna dominan batikan burung. Jika batikan branjangan bernuansa coklat tua kemerahan, sebaiknya pilih sangkar dengan warna yang cerah atau terang. Jika batikan branjangan bernuansa kuning bersih, maka Anda bisa memilih sangkar dengan warna gelap atau bahkan hitam. Hal ini dimaksudkan supaya branjangan yang ada di dalam sangkar menjadi jelas terlihat serta tidak tersamarkan dengan warna/cat sangkar.
  7. Gunakan tenggeran dari bahan batu apung dengan bentuk bundar, oval, atau persegi dengan sudut tumpul, atau bentuk asli (alami) dari batu apung tersebut dengan diameter antara 6,5 cm - 9 cm. Ratakan bagian atasnya supaya datar dan pastikan tidak tajam/kasar yang bisa melukai kaki branjangan. Permukaan tenggeran tidak boleh terlalu halus dan licin. Sediakan cukup satu tenggeran saja dengan posisi di tengah supaya branjangan terbiasa berkicau di tenggeran tersebut.
  8. Tempatkan cepuk wadah pakan, minum, dan EF dengan posisi lebih rendah dari tenggeran.
  9. Tambahkan bubukan bata yang sudah disaring halus (kira-kira sehalus kopi bubuk) ke dalam dasar sangkar dengan ketebalan 1 cm -1,5 cm. Alternatif yang bisa dugunakan sebagai bubukan alas sangkar adalah tanah liat (diambil di sawah) yang kering dan ditumbuk serta diayak halus, pasir laut, pasir bangunan,  atau kombinasi dari beberapa bahan tersebut.
  10. Di habitatnya, branjangan adalah burung yang suka "mandi’ namun mandinya berbeda dengan mandinya burung kacer, yaitu dengan menggesekkan seluruh badannya di permukaan tanah. Mandi pada branjangan bertujuan untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil. Misal cuaca panas dan terik, branjangan akan berusaha untuk mengalirkan atau meredam hawa panas tubuhnya melalui mandi atau "kipu". Begitu juga sebaliknya jika badannya terasa dingin (malam hari), branjangan akan kipu dengan jalan menyerap panas yang disimpan oleh bubukan yang ada di dasar sangkar.
  11. Biasakan mengerodong branjangan pada malam hari supaya terbebas dari ganguan nyamuk, serangga pengganggu, angin/hawa dingin, sehingga branjangan bisa beristirahat dengan nyaman dan kemudian segar bugar bernyanyi riang keesokan harinya. Pakai dan pilihlah krodong yang sesuai dengan ukuran sangkar. Jangan terlalu ketat, jangan terlalu longgar. Krodong juga berfungsi menjaga sangkar dari embun. Ruji maupun ornamen dari bambu akan lebih cepat berubah bentuk, jika selalu terkena embun dan panas secara terus-menerus.
  12. Berilah grease (minyak, gemuk) pada pangkal besi pengait, supaya sangkar branjangan aman dari gangguan semut. Gantang sangkar di tempat yang aman dari gangguan dan jangkauan tikus maupun hewan predator.

Dengan melakukan persiapan yang bagus sesuai kebutuhan Branjangan, saya yakin anda akan bisa merawat burung branjangan hingga rajin berkicau. 
Selamat mempersiapkan dan selamat mencoba merawat branjangan.

























Merawat Burung Branjangan berbeda dengan merawat burung berkicau lainnya, untuk itu segala hal yang berkaitan dengan burung branjangan harus dipersiapkan sejak awal sebelum merawat burung ini. Agar kita semua berhasil merawat branjangan hingga berkicau gacor dan hovering, sebaiknya memperhatikan beberapa hal penting berikut ini terkait perawatan branjangan.


Hal Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Dalam Merawat Burung Branjangan :
  1. Pilih sangkar berdiameter minimal 1,5 X rentang sayap branjangan. Hal ini dimaksudkan supaya pada saat branjangan mengepakkan sayap, tidak ada bagian tubuhnya yang terluka. rata-rata sangkar berdiameter 35cm.
  2. Jarak ideal ruji adalah yang tidak bisa dilewati oleh kepala branjangan. Jarak yang terlalu longgar bisa membuat burung terjepit dan tercekik atau bahkan lepas, sedangkan jarak ruji yang terlalu rapat membuat burung menjadi kurang jelas terlihat saat bertengger. Pastikan keseluruhan ruji sangkar telah diraut dan diamplas dengan baik sehingga tidak akan melukai branjangan terlebih jika branjangan masih giras/nglabrak.
  3. Ruji yang baik terbuat dari bambu yang tua dan diambil dari bagian terluar atau kulit serta melalui proses pengeringan dan pengobatan anti rayap. Jika ruji dibuat dari bambu muda dan bukan bagian terluar serta tidak melalui proses tersebut maka sangkar akan melintir atau "menggeliat" setelah dipakai beberapa lama. Hal ini penting diperhatikan karena sangkar branjangan akan sering terpapar langsung oleh sinar matahari saat burung dijemur.
  4. Sangkar dengan bahan utama bambu lebih baik karena bambu memiliki keunggulan dibanding bahan lain. Bambu di antaranya kuat dan ringan, mudah dibentuk, serta ramah lingkungan.
  5. Usahakan memilih sangkar dengan alas berbahan papan kayu/triplex tebal supaya lebih awet dan kuat karena dasar sangkar akan "terbebani’ oleh bubukan bata. Pastikan juga kawat atau plat logam pengait alas sangkar masih berfungsi dengan baik dan selalu pada posisi yang tepat. Beberapa kejadian, branjangan lepas dari sangkar diakibatkan "tebok"  jatuh karena ambrol maupun disebabkan pengaitnya lepas.
  6. Warna sangkar sebaiknya disesuaikan dengan warna dominan batikan burung. Jika batikan branjangan bernuansa coklat tua kemerahan, sebaiknya pilih sangkar dengan warna yang cerah atau terang. Jika batikan branjangan bernuansa kuning bersih, maka Anda bisa memilih sangkar dengan warna gelap atau bahkan hitam. Hal ini dimaksudkan supaya branjangan yang ada di dalam sangkar menjadi jelas terlihat serta tidak tersamarkan dengan warna/cat sangkar.
  7. Gunakan tenggeran dari bahan batu apung dengan bentuk bundar, oval, atau persegi dengan sudut tumpul, atau bentuk asli (alami) dari batu apung tersebut dengan diameter antara 6,5 cm - 9 cm. Ratakan bagian atasnya supaya datar dan pastikan tidak tajam/kasar yang bisa melukai kaki branjangan. Permukaan tenggeran tidak boleh terlalu halus dan licin. Sediakan cukup satu tenggeran saja dengan posisi di tengah supaya branjangan terbiasa berkicau di tenggeran tersebut.
  8. Tempatkan cepuk wadah pakan, minum, dan EF dengan posisi lebih rendah dari tenggeran.
  9. Tambahkan bubukan bata yang sudah disaring halus (kira-kira sehalus kopi bubuk) ke dalam dasar sangkar dengan ketebalan 1 cm -1,5 cm. Alternatif yang bisa dugunakan sebagai bubukan alas sangkar adalah tanah liat (diambil di sawah) yang kering dan ditumbuk serta diayak halus, pasir laut, pasir bangunan,  atau kombinasi dari beberapa bahan tersebut.
  10. Di habitatnya, branjangan adalah burung yang suka "mandi’ namun mandinya berbeda dengan mandinya burung kacer, yaitu dengan menggesekkan seluruh badannya di permukaan tanah. Mandi pada branjangan bertujuan untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil. Misal cuaca panas dan terik, branjangan akan berusaha untuk mengalirkan atau meredam hawa panas tubuhnya melalui mandi atau "kipu". Begitu juga sebaliknya jika badannya terasa dingin (malam hari), branjangan akan kipu dengan jalan menyerap panas yang disimpan oleh bubukan yang ada di dasar sangkar.
  11. Biasakan mengerodong branjangan pada malam hari supaya terbebas dari ganguan nyamuk, serangga pengganggu, angin/hawa dingin, sehingga branjangan bisa beristirahat dengan nyaman dan kemudian segar bugar bernyanyi riang keesokan harinya. Pakai dan pilihlah krodong yang sesuai dengan ukuran sangkar. Jangan terlalu ketat, jangan terlalu longgar. Krodong juga berfungsi menjaga sangkar dari embun. Ruji maupun ornamen dari bambu akan lebih cepat berubah bentuk, jika selalu terkena embun dan panas secara terus-menerus.
  12. Berilah grease (minyak, gemuk) pada pangkal besi pengait, supaya sangkar branjangan aman dari gangguan semut. Gantang sangkar di tempat yang aman dari gangguan dan jangkauan tikus maupun hewan predator.

Dengan melakukan persiapan yang bagus sesuai kebutuhan Branjangan, saya yakin anda akan bisa merawat burung branjangan hingga rajin berkicau. 
Selamat mempersiapkan dan selamat mencoba merawat branjangan.

























Detail

Ciri Ciri Branjangan Dari Indonesia

Habitat dan Penyebaran Burung Branjangan sangat luas, salah satunya adalah berasal dari Indonesia. Sebelumnya mari kita bersyukur karena iklim di Indonesia yang tropis mendukung berbagai makhluk hidup flora dan fauna berkembang biak dengan sangat baik sehingga Indonesia memiliki keaneka ragaman hayati yang luar biasa termasuk Burung Branjangan. Burung ini saya katakan unik, karena burung ini bisa berkicau sambil terbang di udara atau hovering (meskipun tidak semuanya).

Karena lain lalang lain belalang maka Burung Branjangan dari satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia juga memiliki perbedaan, apalagi bila burung branjangan berasal dari negara lain yang terpisah lautan luas. Meskipun memiliki kesamaan yaitu burung memiliki bulu yang bercorak batik dengan ragam yang berbeda, namun corak warna batik itu berbeda.


Beberapa Ciri-Ciri Branjangan berdasarkan asal daerahnya :

  • Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
  • Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
  • Branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
  • - See more at: http://farrayroom.blogspot.com/2014/03/branjangan-jawa-dan-ciri-branjangan-jantan.html#sthash.I9qrmfxS.dpuf
    1. Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
    2. Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
    3. Branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
    Sewaktu saya masih tinggal di Aceh Besar, lebih tepatnya adalah di Jantho dengan padang rumput yang sangat luas, disana juga terdapat banyak burung Branjangan, namun sayangnya saat itu saya kurang begitu peduli dengan burung yang kerap terbang dan berkicau di atas udara itu. Saya hanya takjub dengan kicauannya karena sebelum menjadi admin Kissawa ini, saya adalah seorang penggembala sapi, lebih tepatnya adalah sewaktu saya masih duduk dibangku SD, SMP dan SMA. Sehingga selain melaksanakan tugas dari Ayah, saya juga menikmati indahnya aneka kicauan burung disana seperti Branjangan, Cendet, Murai Batu, Kutilang, Trucukan, Srigunting, Prenjak, Ciblek, Jalak, Beo, Sikatan Aceh dan Cucak Rawa.



  • Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
  • Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
  • Branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
  • - See more at: http://farrayroom.blogspot.com/2014/03/branjangan-jawa-dan-ciri-branjangan-jantan.html#sthash.I9qrmfxS.dpuf
    Habitat dan Penyebaran Burung Branjangan sangat luas, salah satunya adalah berasal dari Indonesia. Sebelumnya mari kita bersyukur karena iklim di Indonesia yang tropis mendukung berbagai makhluk hidup flora dan fauna berkembang biak dengan sangat baik sehingga Indonesia memiliki keaneka ragaman hayati yang luar biasa termasuk Burung Branjangan. Burung ini saya katakan unik, karena burung ini bisa berkicau sambil terbang di udara atau hovering (meskipun tidak semuanya).

    Karena lain lalang lain belalang maka Burung Branjangan dari satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia juga memiliki perbedaan, apalagi bila burung branjangan berasal dari negara lain yang terpisah lautan luas. Meskipun memiliki kesamaan yaitu burung memiliki bulu yang bercorak batik dengan ragam yang berbeda, namun corak warna batik itu berbeda.


    Beberapa Ciri-Ciri Branjangan berdasarkan asal daerahnya :

  • Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
  • Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
  • Branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
  • - See more at: http://farrayroom.blogspot.com/2014/03/branjangan-jawa-dan-ciri-branjangan-jantan.html#sthash.I9qrmfxS.dpuf
    1. Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
    2. Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
    3. Branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
    Sewaktu saya masih tinggal di Aceh Besar, lebih tepatnya adalah di Jantho dengan padang rumput yang sangat luas, disana juga terdapat banyak burung Branjangan, namun sayangnya saat itu saya kurang begitu peduli dengan burung yang kerap terbang dan berkicau di atas udara itu. Saya hanya takjub dengan kicauannya karena sebelum menjadi admin Kissawa ini, saya adalah seorang penggembala sapi, lebih tepatnya adalah sewaktu saya masih duduk dibangku SD, SMP dan SMA. Sehingga selain melaksanakan tugas dari Ayah, saya juga menikmati indahnya aneka kicauan burung disana seperti Branjangan, Cendet, Murai Batu, Kutilang, Trucukan, Srigunting, Prenjak, Ciblek, Jalak, Beo, Sikatan Aceh dan Cucak Rawa.



  • Branjangan yang populer adalah yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya khususnya Jawa Tengah (Petanahan dan Kali Ori) dan Jogja (daerah Wates). Burung dari kawasan ini memiliki ciri-ciri yang disukai penggemar branjangan. Antara lain adalah mental yang baik, body yang besar dan volume suara yang keras dan variasi suara yang beragam, serta corak batik atau warna yang menarik, kemerahan atau kekuningan.
  • Wilayah Jawa Barat yang menjadi maskot bagi penggila branjangan adalah yang berasal dari daerah Sapan. Burung dari daerah Sapan terkenal dengan suaranya yang nyaring melengking dan kristal, jambul juga menjadi ciri khas burung ini. Branjangan dari daerah Sapan jika dilihat dari fisiknya tidak terlalu besar hanya seukuran 12-13 cm. berbeda jika dibandingkan dengan branjangan dari daerah Jawa Tengah yang dapat mencapai ukuran tubuh 12-14 cm. Pola batik burung dari daerah Sapan cenderung berpola lebih gelap dengan corak batik yang berwarna hitam hampir serupa dengan branjangan yang berasal dari daerah NTB dan Sumbawa.
  • Branjangan dari Sri Kayangan, Kulonprogo (Wates) berdaya tarik tinggi karena ciri fisik yang lebih besar dan memiliki warna dan pola batik yang lebih menarik. Sedangkan branjangan dari Nusa Tenggara mempunyai corak warna bulu yang lebih pekat. Ukuran tubuhnya juga tidak sebesar jenis branjangan dari daerah lain, seukuran 10-12 cm.
  • - See more at: http://farrayroom.blogspot.com/2014/03/branjangan-jawa-dan-ciri-branjangan-jantan.html#sthash.I9qrmfxS.dpuf
    Detail
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Dunia burung - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger